Free melayu seks chat

Tapi tak lama kemudian Rangga menghentikan mobilnya di bawah sebuah pohon beringin besar yang tumbuh menjulang di sisi kiri jalan.

Meski tampak samar oleh guyuran hujan berbaur kabut, tapi aku masih bisa melihat bahwa pohon beringin itu berada di samping gundukan tanah mirip kuburan.

Di sekeliling gundukan tanah itu tumbuh beberapa jenis tanaman liar.

Sementara mataku memperhatikan guyuran hujan dan angin yang menyapu daun dan ranting-ranting pohon raksasa itu, entah mengapa tiba-tiba saja aku melihat ranting dan dahan-dahan pohon beringin itu seperti memancarkan suatu kekuatan aneh yang membuatku bergidik takut.“Kamu tak perlu takut, Rin! ” Ucap Rangga enteng sambil menggeser duduknya lebih dekat padaku.

Kisah mistis ini dialami sepasang kekasih di daerah Garut, Jawa Barat.

Gara-gara berhubungan intim di bawah pohon beringin yang angker, sang pacar mendadak hamil besar. Sudah satu tahun lebih, aku menjalin cinta dengan Rangga.

Kejadian aneh itu berawal ketika hari itu Rangga sengaja datang ke tempat kerjaku.

Maksudnya selain untuk menjemputku pulang, juga mengajakku makan malam di Saung Paniisan, sebuah restoran dengan suasana alam pegunungan yang terletak di daerah selatan Kabupaten Garut. Di mobil dalam perjalanan kami yang romantis itu kemudian terganggu oleh cuaca alam yang tidak bersahabat.Sejujurnya, meski jalinan cinta kami dari hari ke hari kian akrab dan mesra, tapi kami masih bisa menjaga diri.Tidak tergoda untuk melakukan hubungan seks di luar batas. Kami memutuskan, biarlah “yang satu” itu sebagai kado spesial nanti jika kami sudah menikah. Namun pada suatu hari kesepakatan yang selalu kami jaga itu akhirnya jebol juga.Wajah kekasihku itu tampak pucat dan gelisah.“Kami merasa heran dan panik melihat perutmu yang tiba-tiba membesar seperti itu.Kami lalu memanggil dokter untuk memeriksa perutmu itu. Orang hamil itu harus melalui proses satu atau dua bulan dan seterusnya. ” Tak sadar aku bersungut-sungut saking heran dan tak percaya mendengar penjelasan ayahku itu.“Tenanglah, Rini!Aku pun kembali menjerit-jerit saking takut dan terkejutnya.

Tags: , ,